Jakarta - Rapper Afroman dinyatakan menang dalam gugatan pencemaran nama baik yang diajukan oleh tujuh anggota kepolisian wilayah Adams County, Ohio. Putusan pengadilan ini menolak tuntutan para deputi sheriff yang merasa keberatan karena wajah mereka muncul dalam video musik sang rapper.Kasus hukum ini bermula ketika Afroman menggunakan rekaman CCTV dari rumah pribadinya yang memperlihatkan momen saat para petugas melakukan penggeledahan pada tahun 2022. Rekaman tersebut kemudian dijadikan materi video musik untuk lagu-lagu seperti Lemon Pound Cake dan Will You Help Me Repair My Door?.
Dalam persidangan, para petugas menuntut ganti rugi sebesar hampir 4 juta USD
Tuning: E A D G B E Capo: No capo [Intro]
C F G C G
[Verse 1]
C
Mengapa harus begini
F
Tiada lagi kehangatan
C
Memang ku sadari
G C G
Sering kutinggalkan kau seorang diri
[Verse 2]
C
Bukannya aku sengaja
F
Meninggalkan kau sendiri
C G
Aku menyadari bukan sandiwara
C
Kasihmu Kepadaku
[Chorus]
F
Tiap Malam engkau ku tinggal pergi
G C
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
G
Demi kau dan sibuah hati
C
Terpaksa aku harus begini
F
Tiap hari hingga malam berakhir
G C
Ku tahu engkau tersiksa karena diriku
G
Sejujurnya aku katakan
C G
Tiada satu pengganti dirimu
[Interlude]
C F G C G
[Verse 3]
C
Bukannya aku sengaja
F
Meninggalkan kau sendiri
C G
Aku menyadari bukan sandiwara
C
Kasihmu Kepadaku
[Chorus]
F
Tiap Malam engkau ku tinggal pergi
G C
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
G
Demi kau dan sibuah hati
C
Terpaksa aku harus begini
F
Tiap hari hingga malam berakhir
G C
Ku tahu engkau tersiksa karena diriku
G
Sejujurnya aku katakan
C G
Tiada satu pengganti dirimu
(Chorus fade out)
Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan Republik Indonesia yang diciptakan oleh Wage Rudolf (W.R.) Supratman. Lagu ini pertama kali diperkenalkan pada peristiwa Kongres Pemuda II di Batavia (Jakarta) pada tanggal 28 Oktober 1928.
Berikut adalah informasi utama mengenai lagu tersebut:
Sejarah Singkat
Pertama Kali Diperdengarkan:
W.R. Supratman memainkan lagu ini menggunakan biola di hadapan para peserta Kongres Pemuda II tanpa lirik untuk menghindari sensor dari pemerintah kolonial Belanda.
Status Resmi:
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, lagu ini ditetapkan secara resmi sebagai lagu kebangsaan. Tata cara penggunaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958.
Struktur dan Lirik
Lagu Indonesia Raya aslinya terdiri dari tiga stanza (bait). Berikut adalah lirik Stanza I yang paling umum dinyanyikan dalam upacara bendera:
Stanza I Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku, Di sanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku, Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, Bangsaku, rakyatku, semuanya, Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, Untuk Indonesia Raya.
Refrain: Indonesia Raya, merdeka, merdeka, Tanahku, negeriku yang kucinta! Indonesia Raya, merdeka, merdeka, Hiduplah Indonesia Raya!
Makna dan Teknis
Makna:
Lagu ini melambangkan persatuan, semangat perjuangan, doa, dan cita-cita luhur bangsa Indonesia.
Esposin, SOLO -- Kekhawatiran tentang keberlangsungan hidup musik keroncong muncul dalam ujian terbuka promosi doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang saya jalani pada akhir September 2020 lalu.
Dalam nada yang gusar seorang penguji bertanya tentang apa yang akan saya lakukan untuk tetap mempertahankan keroncong agar tak sampai punah? Saya kemukakan langkah-langkah teknis dan taktis.
Pada ujungnya saya katakan dalam nada berkelakar, bahwa sebagaimana sastra Jawa, musik keroncong tak akan mati sebab memang tidak punya kuburan. Sebagaimana kehidupan seni tradisional yang lain seperti wayang orang, ketoprak, ludruk, yang mulai ditinggalkan penggemarnya, rupanya keroncong turut dimasukkan ke dalam gerbong kecemasan itu.
Sebagai bukti, saat ini sudah sangat jarang terdengar ada orang yang mau
Am G Am di lembah yang berlumpur dan bernoda Am Dm disanalah kini engkau berada E Am G mengapa oh mengapa . . F E aku tak percaya Am G Am dulu pernah aku mengagumimu Am sekarang pun tetap Dm mengharapkanmu E Am G mengapa oh mengapa . . F E Am tak perlu bertanya
[ chorus : ] F F - E - Dm andaikan mungkin Dm G C ingin daku mengajak kau kembali Dm G C E . . . seperti … . . waktu itu . . F tinggalkan saja Dm G C . . dan lupakan semua yang terjadi Dm G anggaplah ( angin lalu ) G Am E angin lalu
Am G Am sampai kapankah kau harus begini Am Dm mungkinkah kau ingin terus begini . E Am G mengapa oh mengapa . . F E Am aku tak percaya
int : Am . . E . . F E Am
[ chorus : ] F F - E - Dm andaikan mungkin Dm G C ingin daku … . mengajak kau kembali Dm G C E seperti … . waktu itu . . F tinggalkan saja Dm G C . . dan lupakan … . semua yang terjadi Dm G anggaplah ( angin lalu ) G Am E angin lalu . .
Am G Am sampai kapankah kau harus begini Am Dm mungkinkah kau ingin terus begini E Am G mengapa oh mengapa F E Am … G Dm aku tak percaya E Am aku tak percaya
G C G Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa D C G Benturan dan hempasan terpahat di keningmu D Am Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras D G C namun kau tetap tabah hm…
G C Meski nafasmu kadang tersengal Am D memikul beban yang makin sarat G kau tetap bertahan G C G Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini D C G Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan D Am Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari D G C kini kurus dan terbungkuk hm… G C Namun semangat tak pernah pudar
Am D meski langkahmu kadang gemetar G kau tetap setia C D G Ayah, dalam hening sepi kurindu C D G untuk menuai padi milik kita
Am D G Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan Am D G Anakmu sekarang banyak menanggung beban